Reaksi adisi organometalic pada senyawa karbonil

ADISI ORGANOMETALIK



1. Pengertian Kimia Organologam
Kimia organologam 
adalah studi mengenai senyawa kimia yang mengandung ikatan antara karbon dan logam. Istilah "logam" dalam konteks ini diartikan secara luas mencakup unsur-unsur seperti silikon atau boron, yang sebenarnya bukan logam (metaloid. Kimia organologam menggabungkan aspek-aspek kimia anorganik dengan kimia organik. Senyawaan organologam banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai katalis, misalnya pada pengolahan hasil minyak bumi dan produksi polimer organik.
Kimia organologam adalah ilmu kimia yang mempelajari tentang logam yang berikatan langsung dengan satu atau lebih atom carbon. Beberapa senyawa organologam  ada yang tidak berikatan lansung dengan atom karbon seperti pada kompleks phospine, logam hidrida, organosilikon, organoboron dan lainnya. Ada beberapa logam yang berikatan langsung dengan unsur karbonnya namun bukan termasuk senyawa organologam, yaitu logam karbida dan logam sianida. Fungsi utama senyawa organologam adalah sebagai katalis pada reaksi kimia.

Sifat senyawa organologam yang umum ialah atom karbon yang lebih elektronegatif daripada kebanyakan logamnya. Senyawa komplek logam (biasanya logam-logam transisi) merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan logam-karbon. Senyawa organologam terdiri dari atom pusat dan ligan. 

Pada dasarnya senyawa organologam merupakan senyawa dimana minimal terdapat satu atom kerbon dari gugus organic yang berikatan langsung dengan logam pusat. Senyawa yang termasuk dalam organologam adalah senyawa yang memiliki ikatan karbon dengan fosfor , arsen dll. Namun senyawa yang mengandung ikatan antara atom logam dengan oksigen, belereng ,nitrogen maupun dengan halogen tidak termasuk senyawa orgnologam(organometalik). 
Senyawa Organometalik (Organologam) merupakan senyawa yang mengandung ikatan karbon dengan logam (logam yang langsung terikat pada atom C yang membuat atom C bermuatan negatif / karbanion). Atom logam (seperti Hg, Zn, Pb, Mg dan Li) atau ke metaloid-metaloid tertentu (seperti Si, As dan Se). 
Terdapat beberapa kecenderungan jenis-jenis ikatan yang terbentuk pada senyawaan organologam:

   a. Senyawaan ionik dari logam elektropositif

Garam logam ion-ion karbon yang kestabilannya diperkuat oleh delokalisasi elektron lebih stabil walaupun masih relatif reaktif. Adapun contoh gugus organik dalam garam-garaman tersebut seperti (C6H5)3C-Na+ dan (C5H5)2Ca2+.

b. Senyawaan yang memiliki ikatan -σ (sigma)

Senyawaan organologam  dimana sisa organiknya terikat pada suatu atom logam dengan suatu ikatan yang digolongkan sebagai ikatan kovalen (walaupun masih ada karakter-karakter ionik dari senyawaan ini) yang dibentuk oleh kebanyakan logam dengan keelektropositifan yang relatif lebih rendah dari golongan pertama di atas, 

Pada dasarnya Organologam prinsipnya yaitu atom-atom Karbon dari gugus organik terikat kepada atom logam. Konsep ini yang mendasari Organologam, sehingga banyak cara untuk menghasilkan ikatan-ikatan logam pada Carbon yang berguna bagi kedua logam transisi dan non-transisi. Beberapa yang lebih penting adalah sebagai berikut:

  1. Reaksi Logam langsung ; sintesis yang paling awal oleh ahli kimia Inggris, Frankland dalam tahun 1845 adalah interaksi antara Zn dan suatu alkil Halida. Adapun yang lebih berguna adalah penemuan ahli kimia Perancis, Grignard yang dikenal sebagai pereaksi Grignard. Contohnya interaksi Magnesium dan alkil atau aril Halida dalam eter:
Mg + CH3I → CH3MgI
Interaksi langsung alkil atau aril Halida juga terjadi dengan Li, Na, K, Ca, Zn dan Cd.

2.    Penggunaan zat pengalkilasi. Senyawa ini dimanfaatkan untuk membuat senyawa organologam lainnya. Kebanyakan Halida nonlogam dan logam atau turunan Halida dapat dialkilasi dalam eter atau pelarut hidrokarbon, misalnya :

PCl3 + 3C6H5MgCl  → P(C6H5)3 + 3MgCl2
VOCl3 + 3(CH3)3SiCH2MgCl → VO(CH2SiMe3)+ 3MgCl2
3.    Interaksi Hidrida Logam atau nonlogam dengan alkena atau alkuna.

4.    Reaksi Oksidatif adisi. Reaksi yang dikenal sebagai reaksi Oksa dimana Alkil atau Aril Halida ditambahkan pada senyawa logam transisi Koordinasi tidak jenuh menghasilkan ikatan logam Karbon. Contohnya:

RhCl(PPh3)3 + CH3I → RhClI(CH3)(PPh3)2 + PPh3

5.    Reaksi Insersi yaitu reaksi yang menghasilkan ikatan-ikatan dengan Karbon, sebagai contoh:
SbCl5 + 2HC CH→Cl3Sb(CH=CHCl)2

Terdapat dua macam ikatan organologam, yaitu :
·         Ikatan ionik. Ikatan ionik organologam terbentuk dari unsur yang sangat



elektropositif yaitu Description: ikatan ionik organologam
unsur pada golongan I, II, dan III. Organologam dengan yang berikatan secara ionik bersifat tak larut dalam pelarut hidrokarbon dan mudah teroksidasi.
·         Ikatan kovalen. Ikatan kovalen organologam  yang mudah menguap terbentuk dari logam Zn, Cd, Hg, dan logam non-transisi gologan III (kecuali aluminium), IV, dan V. Ikatan kovalen ini terbentuk dengan cara memberikan satu elektron tunggalnya, baik dari logam maupun unsur organiknya, untuk dipakai secara bersama. Sifat dari senyawa organologam dengan ikatan kovalen ini mudah menguap, larut dalam pelarut organik, dan tidak larut dalam air.

2. Sejarah Singkat Kimia Organologam
Ada beberapa pendapat dan perdebatan tentang pembuatan senyawa organologam pertama kali, ada pendapat yang menyatakan bahwa cadet , sebagian mengatakan bahwa seize yang pertama.
·         Uap dari Cairan Cadet 1760
Description: cairan cadet
As2O3 + 4 CH3COOK –> [AsMe2]2
senyawa organologam pertama yang ditemukan oleh cadet pada tahun 1760. Namun senyawa organometal yang ia hasilkan bukanlah hasil yang diharapkan dari reaksi kalium asetat dan arsen trioksida . oleh karena itulah ada yang tidak setuju dengan pendapat bahwa cadet yang pertama mensintesis senyawa organometal.

·         Garam Zeize disintesis pada 1827   K[Pt(C2H4)Cl3] • H2O
Description: garam zeize
Zeise menemukan senyawa organometal pertama yang memang disengaja. Setelah itu, Birnbaum mengkorfimasi adanya ligand H2C=CH2 pada1868 yang mendukung penemuan Zeise. Sedangkan pada 1975, struktur sempurna dari garam zeise terkarakterisasi sehingga membuktikan serangkaian penemuan dari terdahulunya
Description: struktur garam zeize
·         Grignard Reagents (XMgR)
Grignard Reagents (XMgR)  disintesis sekitar 1900 oleh victor Grignard Secara tak sengaja diproduksi ketika ingin membuat senyawa lain Saytzeff method. Saat itu ia sedang melakukan penelitian dibawah bimbingan dosennya bernama Barbier.
Description: metode barbier
·         1951 – 1952 Penemuan of ferrocene, Fe(h5-C5H5)2
Keally, Pauson, dan Miller melaporkan synthesis ferrocene ini secara tak sengaja, karena sebenarnya mereka ingin mensintesis fulvalen. Yaitu senyawa sandwich hidrokarbon saja.
Ferrocene merupakan struktur yang sangat stabil dengan struktur 2 benzene yang mengapit atom Fe, karena sangat stabil maka penggunaan ferrocene ini sangat banyak. 1973 Nobel prize Geoffrey Wilkinson dan Ernst Otto Fischer karena banyak penelitiannya pada senyawa sandwich (metallocene)
Description: senyawa sandwich
·         Ziegler/Natta polymerization
1955 Ziegler dan Natta mengembangkan polimerisasi olefin pada tekanan rendah menggunakan campuran katalis logam (transition metal halide / AlR3)
Description: ziegler natta
Giulio Natta bekerja pada penelitian bersama Ziegler menerapkan a-olefin yang lain seperti propylene dan styrene pada reaksi polimerisasi.  menghasilkan polypropylene dibuat menjadi 2 fraksi: amorphous (atactic) dan crystalline (tactic).pada 1963 Nobel prizeuntuk Karl Ziegler dan Giulio Natta pada katalis Ziegler-Natta yang nantinya digunakan secara komersil dalam pembuatan plastik

·         Kompleks Vaska
Pada tahun 1962 Kompleks Vaska dilaporkan oleh Lauri Vaska , senyawa ini memiliki kemampuan adisi oksidasi dan dapat mengikat O2 secara reversibel
Description: Complex vaska
·         Penemuan fulleren pada 1985
Fulleren merupakan senyawa karbon yang saling berikatan membentuk suatu bentuk bola yang berongga. Fulleren ini dapat menangkap senyawa logam di dalamnya sehingga disebut juga metallofulleren.

3. Senyawa organometalik dapat dicontohkan pada reaksi reagen Grignard

Reaksi Grignard adalah reaksi kimia organologam di mana alkil - atau Aril-magnesium halides (reagen Grignard) menambah gugus karbonil Aldehida atau keton. Reaksi ini adalah alat penting untuk pembentukan ikatan antar karbon. Reaksi Halida organik dengan magnesium bukan reaksi Grignard, tetapi menyediakan peraksi Grignard. Pereaksi Grignard memiliki rumus umum RMgX dimana X adalah sebuah halogen, dan R adalah sebuah gugus alkil atau aril (berdasarkan pada sebuah cincin benzen). Pereaksi Grignard sederhana bisa berupa CH3CH2MgBr.

Sebuah contoh dari reaksi grignard:



Reaksi dan pereaksi Grignard ditemukan oleh dan diberi nama sesuai dengan penemunya yaitu  kimiawan Perancis François Auguste Victor Grignard (Universitas Nancy, Perancis), yang dianugerahi Nobel Kimia tahun 1912 ini bekerja Grignard reagen mirip dengan menghasilkan reagen karena keduanya nukleofil kuat yang dapat membentuk ikatan antar karbon yang baru.
Reagen Grignard berfungsi sebagai nukleofil, menyerang atom karbon elektrofilik yang hadir dalam ikatan polar gugus karbonil. Penambahan pereaksi Grignard untuk karbonil biasanya hasil melalui keadaan transisi enam-beranggota cincin.

Mekanisme dari reaksi Grignard:


Namun, dengan pereaksi Grignard terhalang, reaksi dapat melanjutkan dengan transfer elektron tunggal. Jalur serupa diasumsikan untuk reaksi lain dari reagen Grignard, misalnya, dalam pembentukan ikatan antara karbon-fosfor, timah-karbon, karbon-silikon, boron-karbon dan karbon-heteroatom.

Reaksi Dengan senyawa karbonil

File:Grignard with carbonyl.png
Reaksi yang paling sering dengan keton atau aldehida


File:GrignardReactionVinylation.png
Reaksi dengan senyawa elektrofilik lainnya

File:Grignard with others.png


Reaksi Oksidasi
File:Grignard oxygen oxidation.png

Reaksi Pembuatan Senyawa Organologam
Terdapat banyak cara untuk membentuk ikatan-ikatan logam antara karbon dengan logam transisi dan nontransisi. Beberapa yang penting adalah sebagai berikut :
1.      Reaksi logam langsung
Mg   +   CH3I   →   CH3MgI
2.      Penggunaan zat pengalkilasi
PCl3   +   3C6H5MgCl →   P(C6H5) + 3MgCl2
VOCl3   +   3(CH3)SiCH2MgCl →   VO(CH2SiMe3) + 3MgCl2
PtCl2(Pet3)2   +   CH3MgCl →   PtCl(CH3)(Pet2)2 + MgCl2
3.      Interaksi hidrida logam atau nonlogam dengan alkena atau alkuna
1/2 B2H6 + 3 C=C → B-(C=C)3
4.      Reaksi oksidasi Adidi
Dimana alkil atau aril halida ditambahkan kepada senyawa logam transisi terkoordinasi tidak jenuh menghasilkan ikatan logam karbon.
RhCl(PPh3)3   +   CH3I →   RhClI(CH3)(PPh3)2 + PPh3
5.      Reaksi Inseri
Reaksi-Reaksi Senyawa Organologam

Gambar 1. Reaksi senyawa organologam dengan senyawa karbonil

Gambar 2. Reaksi senyawa organologam
1.      Substitusi

Reaksi penggantian suatu gugus dengan gugus lain
2.      Eliminasi
Reaksi penggantian ikatan, dari ikatan tunggal menjadi rangkap.


3.      Oksidasi

4.      Adisi
Reaksi adisi adalah reaksi pengubahan senyawa yang berikatan rangkap (tak jenuh) menjadi senyawa yang berikatan tunggal (jenuh) dengan cara menambahkan atom dari senyawa lain. Reaksi adisi hanya dapat terjadi pada senyawa yang memiliki ikatan rangkap. Atau dengan kata lain reaksi adisi adalah  reaksi penambahan suatu atom atau gugus atom kedalam senyawa.
Reaksi Grignard
Reaksi Grignard adalah reaksi kimia organologam di mana alkil - atau Aril-magnesium halides (reagen Grignard) menambah gugus karbonil Aldehida atau keton. Reaksi ini adalah alat penting untuk pembentukan ikatan antar karbon. Reaksi Halida organik dengan magnesium bukan reaksi Grignard, tetapi menyediakan peraksi Grignard. Pereaksi Grignard memiliki rumus umum RMgX dimana X adalah sebuah halogen, dan R adalah sebuah gugus alkil atau aril (berdasarkan pada sebuah cincin benzen). Pereaksi Grignard sederhana bisa berupa CH3CH2MgBr.
Mekanisme Reaksi :
Reagen Grignard berfungsi sebagai nukleofil, menyerang atom karbon elektrofilik yang hadir dalam ikatan polar gugus karbonil. Penambahan pereaksi Grignard untuk karbonil biasanya hasil melalui keadaan transisi enam-beranggota cincin.
Namun, dengan pereaksi Grignard terhalang, reaksi dapat melanjutkan dengan transfer elektrontunggal. Jalur serupa diasumsikan untuk reaksi lain dari reagen Grignard, misalnya, dalam pembentukan ikatan antara karbon-fosfor, timah-karbon, karbon-silikon, boron-karbon dan karbon-heteroatom.


REAKSI-REAKSI DARI PEREAKSI GRIGNARD
Reaksi pereaksi Grignard dengan senyawa-senyawa karbonil
Reaksi antara berbagai macam senyawa karbonil dengan pereaksi Grignard bisa terlihat sedikit rumit, walaupun pada kenyataannya semua senyawa karbonil bereaksi dengan cara yang sama – yang berbeda hanyalah gugus-gugus yang terikat pada ikatan rangkap C=O.


PERMASALAHAN!!!!
1. Pada dasarnya kan ada beberapa senyawa organologam yang tidak berikatan langsung dengan atom karbon seperti pada kompleks Phospine, logam hidrida, organosilikon, organoboron dan sebagainya...mengapa hal demikian dapat terjadi ? dan juga jelaskan faktor faktor yang  dapat mempengaruhinya ?

2. Apa yang dapat terjadi pada sifat senyawa organologam apabila atom karbon tidak lebih elektronegatif dari kebanyakan logam nya?

3. Bagaimana pengaruh kecenderungan jenis jenis ikatan pada senyawaan organometalik, apabila senyawaan organometalik tidak memiliki ikatan sigma??

Komentar

  1. baikalah saya akan menjawab permasalahan no 1:
    Senyawa organologam adalah senyawa di mana atom-atom karbon dari gugus organik terikat kepada atom logam. Contoh, suatu aloksida seperti (C3H7O)4Ti tidaklah dianggap sebagai suatu senyawa organologam karena gugus organiknya terikat pada Ti melalui oksigen, sedangkan C6H5Ti(OC3H7)3 karena terdapat satu ikatan langsung antara karbon C dari gugus fenil dengan logam Ti.HH Istilah organologam biasanya didefenisikan agak longgar, dan senyawaan dari unsur-unsur seperti Boron, fosfor, dan silikon semuanya mirip logam. Tetapi untuk senyawa yang mengandung ikatan antara atom logam dengan oksigen, belerang, nitrogen, ataupun dengan suatu halogen tidak termasuk sebagai senyawa organologam. Dari bentuk ikatan pada senyawa organologam, senyawa ini dapat dikatakan sebagai jembatan antara kimia organik dan anorganik.

    BalasHapus
  2. Saya akan mencoba menjawab no 2 menurut saya rekasi organologam tidak sempurna atau senyawa organo logam nya tidak berikatan langsung dengan atom karbon Senyawa komplek logam. (biasanya logam-logam transisi) merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan logam-karbon. Senyawa organologam terdiri dari atom pusat dan ligan. Dan fungsi organologam yang sesusunguhnya sebagai katalis tidak berjalan optimal

    BalasHapus
  3. OKE ERNANDA SAYA AKA MENJAWAB NO3!!!
    Senyawaan organo di
    mana sisa organiknya terikat pada suatu atom logam
    dengan
    suatu ikatan yang digolongkan sebagai ikatan kovalen (walaupun masih
    ada karakter
    -
    karakter ionik dari senyawaan ini) yang dibentuk oleh kebanyakan
    logam dengan keelektropositifan yang relatif lebih rendah dari golongan
    pertama di atas
    , dan sehubungan denga
    n beberapa faktor berikut:
    1.
    Kemungkinan penggunaan orbital d yang lebih tinggi, seperti pada SiR
    4
    yang tidak tampak dalam CR
    4
    .
    2.
    Kemampuan donor alkil atau aril dengan pasangan elektron menyendiri.
    3.
    Keasaman Lewis sehubungan dengan kulit valensi yang tidak pen
    uh seperti
    ada BR
    2
    atau koordinasi tak jenuh seperti ZnR
    2
    .
    4.
    Pengaruh perbedaan keelektronegatifan antara ikatan logam
    -
    karbon (M
    -
    C)
    atau karbon
    -
    karbon (C
    -
    C).

    BalasHapus
  4. Baiklah saya akan mencoba menjawab permasalahan yang pertama yaitu Senyawa organologam adalah senyawa di mana atom-atom karbon dari gugus organik terikat kepada atom logam. Contoh, suatu aloksida seperti (C3H7O)4Ti tidaklah dianggap sebagai suatu senyawa organologam karena gugus organiknya terikat pada Ti melalui oksigen, sedangkan C6H5Ti(OC3H7)3 karena terdapat satu ikatan langsung antara karbon C dari gugus fenil dengan logam Ti.HH Istilah organologam biasanya didefenisikan agak longgar, dan senyawaan dari unsur-unsur seperti Boron, fosfor, dan silikon semuanya mirip logam. Tetapi untuk senyawa yang mengandung ikatan antara atom logam dengan oksigen, belerang, nitrogen, ataupun dengan suatu halogen tidak termasuk sebagai senyawa organologam.
    senyawa organologam dengan ikatan ini memiliki ikatan utama kovalen dan sifat kimianya adalah dari kimiawi karbon yang disebabkankarena beberapa faktor, yaitu yaitu :a.Kemungkinan penggunaan orbital d yang lebih tinggi, seperti pada SiR4yang tidak tampak dalam CR4.
    b.Kemampuan donor alkil atau aril dengan pasangan elektron menyendiri.
    c.Keasaman Lewis sehubungan dengan kulit valensiyang tidak penuhseperti ada BR2atau koordinasi tak jenuh seperti ZnR2.
    d.Pengaruh perbedaan keelektronegatifan antara ikatan logam-karbon (M-C)atau karbon-karbon (C-C)

    BalasHapus
  5. Saya akan mencoba menjawab no 2 menurut saya rekasi organologam tidak sempurna atau senyawa organo logam nya tidak berikatan langsung dengan atom karbon Senyawa komplek logam. (biasanya logam-logam transisi) merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan logam-karbon. Senyawa organologam terdiri dari atom pusat dan ligan. Dan fungsi organologam yang sesusunguhnya sebagai katalis tidak berjalan optimal

    BalasHapus
  6. senyawa organologam dengan ikatan ini memiliki ikatan utama kovalen dan sifat kimianya adalah dari kimiawi karbon yang disebabkankarena beberapa faktor, yaitu yaitu :a.Kemungkinan penggunaan orbital d yang lebih tinggi, seperti pada SiR4yang tidak tampak dalam CR4.
    b.Kemampuan donor alkil atau aril dengan pasangan elektron menyendiri.
    c.Keasaman Lewis sehubungan dengan kulit valensiyang tidak penuhseperti ada BR2atau koordinasi tak jenuh seperti ZnR2.
    d.Pengaruh perbedaan keelektronegatifan antara ikatan logam-karbon (M-C)atau karbon-karbon (C-C)

    BalasHapus
  7. Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda yg ke-2:
    Ya tentunya akan mengurangi sifat dari senyawa organologam itu sendiri.

    BalasHapus
  8. saya akan mencoba menjawab permasalahan yang pertama yaitu Senyawa organologam adalah senyawa di mana atom-atom karbon dari gugus organik terikat kepada atom logam. Contoh, suatu aloksida seperti (C3H7O)4Ti tidaklah dianggap sebagai suatu senyawa organologam karena gugus organiknya terikat pada Ti melalui oksigen, sedangkan C6H5Ti(OC3H7)3 karena terdapat satu ikatan langsung antara karbon C dari gugus fenil dengan logam Ti.HH Istilah organologam biasanya didefenisikan agak longgar, dan senyawaan dari unsur-unsur seperti Boron, fosfor, dan silikon semuanya mirip logam. Tetapi untuk senyawa yang mengandung ikatan antara atom logam dengan oksigen, belerang, nitrogen, ataupun dengan suatu halogen tidak termasuk sebagai senyawa organologam

    BalasHapus
  9. senyawa organologam dengan ikatan ini memiliki ikatan utama kovalen dan sifat kimianya adalah dari kimiawi karbon yang disebabkankarena beberapa faktor, yaitu yaitu :a.Kemungkinan penggunaan orbital d yang lebih tinggi, seperti pada SiR4yang tidak tampak dalam CR4.
    b.Kemampuan donor alkil atau aril dengan pasangan elektron menyendiri.
    c.Keasaman Lewis sehubungan dengan kulit valensiyang tidak penuhseperti ada BR2atau koordinasi tak jenuh seperti ZnR2.
    d.Pengaruh perbedaan keelektronegatifan antara ikatan logam-karbon (M-C)atau karbon-karbon (C-C)

    BalasHapus
  10. faktor, yaitu yaitu :a.Kemungkinan penggunaan orbital d yang lebih tinggi, seperti pada SiR4yang tidak tampak dalam CR4.
    b.Kemampuan donor alkil atau aril dengan pasangan elektron menyendiri.
    c.Keasaman Lewis sehubungan dengan kulit valensiyang tidak penuhseperti ada BR2atau koordinasi tak jenuh seperti ZnR2.
    d.Pengaruh perbedaan keelektronegatifan antara ikatan logam-karbon (M-C)atau karbon-karbon (C-C)

    BalasHapus
  11. senyawa organologam dengan ikatan ini memiliki ikatan utama kovalen dan sifat kimianya adalah dari kimiawi karbon yang disebabkankarena beberapa faktor, yaitu yaitu :a.Kemungkinan penggunaan orbital d yang lebih tinggi, seperti pada SiR4yang tidak tampak dalam CR4.
    b.Kemampuan donor alkil atau aril dengan pasangan elektron menyendiri.
    c.Keasaman Lewis sehubungan dengan kulit valensiyang tidak penuhseperti ada BR2atau koordinasi tak jenuh seperti ZnR2.
    d.Pengaruh perbedaan keelektronegatifan antara ikatan logam-karbon (M-C)atau karbon-karbon (C-C)

    BalasHapus
  12. senyawa organologam dengan ikatan ini memiliki ikatan utama kovalen dan sifat kimianya adalah dari kimiawi karbon yang disebabkankarena beberapa faktor, yaitu yaitu :a.Kemungkinan penggunaan orbital d yang lebih tinggi, seperti pada SiR4yang tidak tampak dalam CR4.
    b.Kemampuan donor alkil atau aril dengan pasangan elektron menyendiri.
    c.Keasaman Lewis sehubungan dengan kulit valensiyang tidak penuhseperti ada BR2atau koordinasi tak jenuh seperti ZnR2.
    d.Pengaruh perbedaan keelektronegatifan antara ikatan logam-karbon (M-C)atau karbon-karbon (C-C)

    BalasHapus
  13. Saya akan mencoba menjawab no 2 menurut saya rekasi organologam tidak sempurna atau senyawa organo logam nya tidak berikatan langsung dengan atom karbon Senyawa komplek logam. (biasanya logam-logam transisi) merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan logam-karbon. Senyawa organologam terdiri dari atom pusat dan ligan. Dan fungsi organologam yang sesusunguhnya sebagai katalis tidak berjalan optimal

    BalasHapus
  14. Saya akan mencoba menjawab no 2 menurut saya rekasi organologam tidak sempurna atau senyawa organo logam nya tidak berikatan langsung dengan atom karbon Senyawa komplek logam. (biasanya logam-logam transisi) merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan logam-karbon. Senyawa organologam terdiri dari atom pusat dan ligan. Dan fungsi organologam yang sesusunguhnya sebagai katalis tidak berjalan optimal

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

GUGUS PROTEKSI (PELINDUNG)

Alkuna melalui metatesis

Modifikasi Gugus Amin Dan Imin